Prof. Said Hamid Hasan: Merdeka Belajar Tanggungjawab Profesional Ilmu LPTK Untuk Membahasnya.


Abdullah Taruna

“Merdeka Belajar terutama terkait Kampus Merdeka, merupakan kebijakan pendidikan yang mendasar dan berskala besar, “ kata Guru Besar Pendidikan Sejarah dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Said Hamid Hasan, M.A.  Pernyataan itu disampaikan Hamid menjawab pertanyaan tentang seberapa penting LPTK memiliki strategi untuk turut menyukseskan kebijakan pemerintah terkait Merdeka Belajar.

Untuk menyikapi kebijakan dengan skala seperti itu, tambah Hamid, diperlukan  pemikiran yang sistematis dan terencana dalam implementasinya  di lembaga pendidikan berdasarkan kaidah ilmu pendidikan. “Itu adalah tanggung jawab profesional keilmuan yang menjadi core ilmu LPTK untuk membahasnya. Seyogyanya bahkan pikiran inovatif datangnya dari pemikir ilmu pendidikan di LPTK, “ terang Guru Besar UPI yang meraih gelar master of arts dan doktor bidang pendidikan dari Universitas Macquarie, Australia pada 1978 dan 1985. Tesis maupun disertasi Hamid sama-sama mengkaji kurikulum.

LPTK, lanjut Hamid adalah pengembang lembaga perguruan tinggi khusus mengembangkan ilmu pendidikan_education. “Guru adalah core profession dalam pendidikan sedangkan ilmu pendidikan adalah academic discipline,” kata Prof Hamid.

Sebagai disiplin akademik, tambah Hamid, ilmu pendidikan mengkaji fenomena kegiatan pendidikan. “Seperti kurikulum, teaching, teknologi pendidikan, manajemen pendidikan, sosiologi pendidikan, antroplogi pendidikan, psikologi pendidikan termasuk educational policy-kebijakan pendidikan yang berkenaan dengan jenjang pendidikan tingkat awal (TK) sampai tertinggi (S3), dalam berbagai jalur pendidikan,” terang Hamid.

Upaya mengimplementasikan merdeka belajar maupun kampus merdeka, keduanya menjadi  tanggung jawab core ilmu LPTK untuk mengkajinya agar pelaksanaannya membuahkan kesuksesan.